Edukasi Kesehatan Sejak Dini
Upaya pencegahan kanker payudara melalui edukasi kesehatan terus digalakkan. Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan, melalui Divisi Bidang Kerjasama, menggelar kegiatan bakti sosial bertema “Ayo Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI” di SMAN 13 Makassar pada Selasa, 23 September 2025.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Megarezky. Sebanyak 68 siswi dari kelas X hingga XII berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui metode pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
Kolaborasi Organisasi dan Akademisi
Dalam sambutannya, perwakilan Prodi Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Megarezky Ns. Indargairi, M.Kep menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat di wilayah binaan kampus. “Melalui edukasi SADARI, kami ingin membekali generasi muda, khususnya remaja putri, dengan keterampilan dasar menjaga kesehatan payudara. Semakin dini kesadaran itu ditanamkan, semakin besar peluang untuk mencegah dan mendeteksi kanker lebih awal,” ujarnya.

Selain itu, Ketua PW HIMPONI Sulsel Bapak Muhammad saleh, S.Kep.,Ns.,ETN menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan pemeriksaan payudara sejak remaja. “SADARI adalah langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam mendeteksi dini adanya kelainan pada payudara. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran remaja putri akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Materi Edukatif dan Praktik Langsung
Rangkaian acara diawali dengan pemberian materi oleh tim dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Megarezky dan anggota HIMPONI PW Sulsel. Materi meliputi pengenalan kanker payudara, faktor risiko, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah melakukan SADARI dengan benar.
Penyampaian dilakukan dengan metode interaktif menggunakan buku panduan sehingga mudah dipahami oleh peserta. Peserta dibagi per kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh dosen dan perawat dari HIMPONI. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Siswi diajak melakukan gerakan SADARI secara bertahap. Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pemeriksaan payudara sendiri dengan benar.

Buku Saku, Kalender, dan Souvenir
Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, setiap siswi menerima buku saku panduan SADARI dan kalender SADARI. Kedua media ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus panduan praktis bagi siswi untuk melakukan SADARI secara rutin setiap bulan. Selain itu, peserta juga mendapatkan souvenir menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam kegiatan. Dengan adanya dukungan berupa media edukasi, siswi diharapkan dapat melanjutkan kebiasaan SADARI di rumah masing-masing dan bahkan menularkannya kepada keluarga serta teman sebaya.

Suara Peserta dan Harapan Guru
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Salah satu siswi kelas XII mengaku senang mendapat pengalaman baru. “Selama ini saya hanya mendengar tentang kanker payudara, tapi tidak tahu cara mencegahnya. Dengan buku saku dan kalender ini, saya bisa ingat setiap bulan untuk melakukan SADARI,” ungkapnya.
Guru pendamping, Ibu Yabes, juga menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini sangat relevan bagi siswi SMA yang sedang berada pada fase remaja. “Dengan informasi yang benar, anak-anak bisa lebih peduli pada kesehatan diri mereka sejak dini,” ujarnya.
Komitmen Jangka Panjang
Kegiatan ini mencerminkan komitmen HIMPONI PW Sulsel untuk terus memberikan manfaat nyata di masyarakat melalui program pengabdian. Kolaborasi dengan Universitas Megarezky memperkuat sinergi antara organisasi profesi keperawatan dan dunia akademik dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan. Edukasi SADARI yang ditanamkan sejak usia remaja diharapkan menjadi kebiasaan berkelanjutan, sehingga kesadaran deteksi dini kanker payudara tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi menyebar ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
Penutup: Deteksi Dini Menyelamatkan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, yang menjadi simbol komitmen bersama untuk menggaungkan pesan “Ayo Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI.”

Melalui kegiatan ini, para siswi tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga bekal nyata berupa panduan, kalender, dan semangat untuk menjaga kesehatan diri. Kegiatan sederhana ini diharapkan menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam upaya menurunkan angka kejadian kanker payudara di masa depan.
Pesan utama dari kegiatan ini jelas: deteksi dini menyelamatkan. Dengan SADARI, remaja putri dapat menjaga diri, menyebarkan kesadaran, dan menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan mereka.
